klasifikasi makanan berbahaya untuk dikonsumsi

Klasifikasi Makanan Berbahaya Untuk Dikonsumsi

Posted on

Dari contoh makanan berbahaya di ulasan sebelumnya yaitu sosis dan buah, ternyata makanan dapat mengandung bahan makanan yang berbahaya. Ada beberapa klasifikasi makanan berbahaya untuk dikonsumsi. Otasushi akan mengulas hal tersebut secara detail.

Klasifikasi Makanan Berbahaya Untuk Dikonsumsi

Agar lebih mudah dipahami, otasushi mengambil contoh sosis dan buah. Sosis bisa terbuat dari ayam yang sudah mati atau bangkai. Sedangkan, buah dilapisi atau disuntik dengan formalin agar lebih awet. Dua jenis makanan itu berbahaya, namun dari klasifikasi yang berbeda.

Sosis berbahaya karena terbuat dari ayam bangkai. Sedangkan buah impor berbahaya karena mengandung formalin. Kini Anda sudah paham dengan klasifikasi makanan berbahaya. Selanjutnya apa saja klasifikasi makanan yang disebut berbahaya bagi tubuh?

1. Makanan Kadaluarsa

Makanan kadaluarsa adalah makanan yang waktu produktifnya atau masa konsumsinya telah berakhir, sehingga dapat membahayakan kesehatan siapa saja yang mengonsumsinya. Dalam makanan tertentu, tertera tanggal kadaluarsa di kemasannya yang merupakan informasi dari produsen makanan tersebut kepada konsumen yang menyatakan waktu suatu produk yang sudah tidak baik digunakan.

Ada sebagian lagi, makanan yang tidak terdapat tanggal kadaluarsa, misalnya ayam potong tiren. Makanan yang telah kadaluarsa mengalami perubahan, seperti warna, tekstur, bau, rasa, dan kekentalan, sehingga termasuk dalam klasifikasi makanan yang tidak baik untuk kesehatan. Perubahan atau kerusakan pada makanan disebabkan benturan fisik, benturan kimiawi, dan aktivitas organisme di dalamnya.

Makanan yang sudah kadaluarsa mengandung berbagai bakteri, seperti salmonella dan E. coli yang dapat menyebabkan seseorang keracunan makanan disebabkan oleh daging yang kualitasnya sudah tak layak konsumsi atau busuk.

2. Campuran Bahan Berbahaya

Selanjutnya yaitu makanan dengan campuran bahan berbahaya. Untuk mengolah makanan, terkadang ada produsen yang menambahkan bahan-bahan kimia dengan tujuan meningkatkan rasa, keawetan makanan, maupun memberi efek warna pada makanan agar tampilannya lebih menarik.

Bahan kimia yang ditambahkan ke dalam makanan itu memang sebagian ada yang digunakan untuk makanan, seperti aspartam dan monosodium glutamat (MSG), serta penggunaannya masih dapat ditoleransi. Namun, ada beberapa produsen yang curang yakni menggunakan bahan kimia yang tidak seharusnya digunakan untuk makanan, seperti boraks, dan formalin yang merupakan bahan kimia beracun.

Efek dari bahan kimia berbahaya dalam makanan tersebut bisa dirasakan secara langsung, berupa gejala keracunan (diare dan muntah) atau secara akumulatif selama bertahun-tahun baru menunjukkan efek. Efek jangka panjang dari bahan kimia berbahaya tersebut bagi tubuh adalah kelainan genetik, pemicu kanker, melemahnya saraf dan otak, dan lain sebagainya.

3. Kesalahan Konsumsi

Makanan dapat menjadi berbahaya selain karena sudah kadaluarsa dan dicampuri bahan kimia berbahaya, juga bisa dari kesalahan konsumsinya, misal minuman soda. Apabila dikonsumsi secara wajar, maka minuman soda tersebut tak akan berpengaruh signifikan terhadap kesehatan. Namun jika dikonsumsi terus-menerus, maka minuman bersoda dapat mengakibatkan berbagai masalah kesehatan.

Kandungan gula yang tinggi dalam minuman bersoda bisa menyebabkan diabetes. Dalam segelas minuman bersoda, terdapat kira-kira 12 sendok teh gula. Selain memicu diabetes, minuman bersoda dapat menyebabkan osteoporosis karena mengandung asam fosfat yang tinggi.

Selain itu, contoh lain yaitu mie instan yang jika dikonsumsi secara berlebihan juga dapat membahayakan kesehatan tubuh. Kandungan natrium tinggi pada mie instan dapat memicu penyakit asam lambung dan hipertensi.

4. Kesalahan Pengolahan

Kesalahan pengolahan makanan dapat menyebabkan makanan menjadi berbahaya bagi tubuh, seperti contoh, bayam yang dimasak dan dipanaskan berulang-ulang. Hal itu disebabkan karena terjadi proses oksidasi antara zat besi dan udara yang ada pada sayur bayam. Apabila terlalu banyak banyak bereaksi dengan udara, maka zat besi akan berubah menjadi senyawa ferro yang bersifat racun (oksidan). Efek racun tersebut akan bereaksi dalam jangka panjang. Jadi, keracunan akibat mengonsumsi bayam yang dipanaskan berkali-kali tak akan berefek secara langsung.

Minyak goreng juga dapat menyimpan racun jika digunakan berulang-ulang. Penggunaan minyak goreng yang berulang-ulang tersebut dapat menimbulkan kolesterol dan penyakit lain. Setiap melakukan penggorengan, kualitas minyak goreng akan semakin berkurang. Dalam minyak goreng bekas, tampak berwarna kuning kehitaman dan ada sisa-sisa atau serbuk penggorengan, itulah yang menyebabkan kolesterol tinggi.

Demikian klasifikasi makanan berbahaya bagi tubuh jika dikonsumsi. Anda harus lebih waspada dalam memilih makanan untuk dikonsumsi, agar menyehatkan tubuh, dan jangan sampai salah pilih dengan makanan yang berbahaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *