bahaya makanan kadaluarsa

Bahaya Makanan Kadaluarsa Bagi Kesehatan Tubuh

Posted on

Kapan makanan disebut sebagai makanan kadaluarsa? Menurut Otasushi, makanan kadaluarsa adalah makanan yang sudah melewati batas masa konsumsinya. Dengan kata lain, jika sudah melebihi batas kadaluarsa, maka makanan tersebut sudah tidak layak untuk dikonsumsi.

Bahaya Makanan Kadaluarsa Untuk Kesehatan

Badan Pengawas Obat dan Makanan, menjelaskan bahwa makanan dinyatakan kadaluarsa apabila telah terjadi perubahan-perubahan dari sifat asalnya yang tidak dikehendaki. Kerusakan makanan dapat terjadi karena kerusakan fisik, kimia, dan enzimatis. Makanan yang sudah rusak dapat menyebabkan keracunan bagi konsumen dan mengakibatkan mual, pusing, sesak napas, bahkan kematian. Dalam jangka panjang, hal paling mengerikan dari akibat makanan kadaluarsa yaitu dapat menyebabkan kanker.

Produk Makanan Kadaluarsa

Apa saja yang makanan yang dapat berpotensi menjadi makanan kadaluarsa? Berikut otasushi akan menjelaskan produk makanan beserta ciri-ciri makanan kadaluarsa.

1. Produk Susu

Produk yang pertama yaitu susu, terutama susu segar. Susu yang sudah rusak dapat terdeteksi secara visual. Ciri susu kadaluarsa adalah susu segar kadaluarsa akan terlihat adanya pemisahan emulsi serta perubahan warna. Lemak pada susu akan tampak mengapung, serta ada gumpalan protein dan terlihat adanya pemisahan air.

Apabila susu segar tersebut dikemas dalam karton, maka kemasannya akan tampak menggembung akibat produksi gas oleh mikroba patogen sebagai hasil fermentasi. Fermentasi tersebut bukanlah reaksi yang menguntungkan, namun dapat menyebabkan susu menjadi masam.

Rasa masam pada susu itulah dapat menyebabkan mual hingga diare. Dalam susu yang rusak atau susu kadaluarsa terdapat mikroba Escherichia Coli, Strestococcus, dan Staphylococcus. 

2. Produk Dalam Kaleng

Makanan atau minuman dalam kaleng jika rusak dapat dilihat dari kemasan kaleng itu sendiri. Seperti halnya kaleng berkarat yang terjadi karena reaksi oksidasi besi (Fe) yang melepaskan besi oksida (FeO2). Besi Oksida dapat bereaksi dengan bahan yang dikemas dalam kaleng. Reaksi tersebut menyebabkan perubahan warna pada makanan atau minuman dalam kaleng.

Kaleng berkarat menandakan bahwa kaleng tersebut sudah terlalu lama disimpan, atau mungkin juga kondisi penyimpanannya tidak sesuai, dan terlalu lembab.

Ciri produk kalengan yang sudah kadaluarsa yang lain yaitu kaleng yang menggembung. Potensi bahaya dari mikrobiologis terdapat dalam kaleng yang menggembung. Pada umumnya, hal tersebut disebabkan oleh kurang sempurnanya proses penghampaan udara saat pengemasan, penyegelan, dan sterilisasi.

Udara dalam kaleng tidak tervakum seluruhnya sehingga akan memunculkan mikroba-mikroba. Mikroba tersebut akan berkembang di dalam kaleng serta menimbulkan gas sehingga membuat kaleng menggelembung. Selain itu, mikroba juga dapat mengontaminasi pangan karena bersifat patogen. Dalam produk kaleng kadaluarsa, mikroba yang sering ada di dalamnya yaitu Escheria Coli dan Staphylococcus Aerus.

3. Produk Pangan Beku

Produk yang dapat berpotensi kadaluarsa selanjutnya yaitu produk pangan beku. Syarat penyimpanan untuk produk pangan beku yaitu pada suhu -200 C. Namun, banyak orang yang menggunakan freezer yang ada hanya memiliki suhu -50C – 00C.

Produk pangan beku biasanya juga terlalu sering dibekukan atau thawing (pelunakan produk beku). Hal itulah yang menjadikan produk pangan beku rawan kadaluarsa.

4. Produk Serealia

Selanjutnya yaitu produk serealia yang berpotensi kadaluarsa. Perubahan warna dan adanya serangga (kutu) menjadi tanda bahwa produk serealia tersebut sudah kadaluarsa (tidak layak dan tidak aman). Perubahan warna itu terjadi karena adanya oksidasi terhadap lemak, khususnya terhadap asam lemak tidak jenuh. Biasanya perubahan warna tersebut disertai dengan bau tidak enak (tengik) pada produk serealia.

Produk serealia yang sudah mengalami oksidasi lemak mengandung peroksida atau turunannya yang berupa keton dan aldehid. Senyawa tersebut jika dikonsumsi dalam jumlah besar dan terus menerus maka bisa mengakibatkan kanker, karena senyawa itu bersifat karsinogenik.

5. Produk Kacang-kacangan

Mengapa produk kacang-kacangan termasuk produk kadaluarsa juga? Apabila produk kacang-kacangan telah ditumbuhi cendawan, maka produk tersebut dikatakan kadaluarsa. Hal itu terjadi bisa karena kelembaban produk yang masih tinggi.

Cendawan yang tumbuh pada kacang dapat memproduksi mikotoksin. Mikotoksin adalah senyawa yang sangat berbahaya dan tak dapat dideteksi dengan mata telanjang. Mikotoksin juga bersifat karsinogenik. Hal itu menunjukkan bahwa mikotoksin sangat sulit dihancurkan dalam tubuh.

Mikotoksin dapat terkandung dalam kacang-kacangan, meskipun cendawan yang menumbuhi produk kacang-kacangan telah dibersihkan. Oleh karena itu, jangan mengonsumsi kacang-kacangan yang sudah ditumbuhi cendawan meskipun jumlahnya sedikit.

6. Produk Daging

Produk daging mungkin saja dijual pada kondisi yang sudah tidak segar. Misalnya, penjualan daging ayam tiren atau ayam yang sudah mati kemarin. Daging yang sudah membusuk akan berpotensi mengandung bakteri E. Coli dan Salmonella yang dapat mengakibatkan keracunan. Daging dengan kondisi seperti itu biasanya dijual dengan harga lebih murah.

Untuk mengenali daging yang sudah kadaluarsa tersebut cukup mudah, yaitu dapat dilihat dari warnanya. Warna daging yang sudah kadaluarsa biasanya menunjukkan perbedaan daripada daging segar. Untuk daging ayam, berwarna pucat, tidak segar padahal daging ayam segar berwarna putih kebiruan atau kekuningan. Daging sapi yang sudah lama atau kadaluarsa biasanya berwarna merah kebiruan, padahal daging sapi yang segar berwarna merah terang.

Selanjutnya untuk mengenali daging yang sudah kadaluarsa, dapat dideteksi dari baunya. Apabila baunya sudah tengik atau tidak enak, maka daging sudah tidak layak dikonsumsi. Meskipun warna daging masih segar, jika baunya sudah tak enak, sebaiknya jangan membelinya.

Kemudian ciri daging yang sudah kadaluarsa dapat dilihat dari tekstur dagingnya juga. Daging yang sudah tidak segar memiliki tekstur licin, yang menandakan bahwa bakteri mulai berkembang biak pada permukaan daging. Untuk daging ayam, bagian permukaan akan terasa lengket.

Demikian ulasan bahaya makanan kadaluarsa. Sebaiknya Anda lebih berhati-hati dalam memilih makanan, dan pastikan makanan itu tidak berbahaya untuk tubuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *